Selasa, 10 Januari 2017

Kehamilan Terganggu Infeksi Bakteri, Virus, Atau Jamur. Apa Resikonya?

Kehamilan Terganggu Infeksi Bakteri, Virus, Atau Jamur. Apa Resikonya? - Sebagian besar kehamilan berjalan mulus atau seperti seharusnya, sampai seluruh organ bayi cukup matang sehingga siap berfungsi menunjang kehidupan yang akan dijalani diluar rahim ibu. Tapi, beberapa proses kehamilan berlangsung dengan pola yang unik, sehingga kadang-kadang menyebabkan proses kehamilan itu berisiko terganggu.

Kehamilan Terganggu Infeksi Bakteri, Virus, Atau Jamur. Apa Resikonya?

Kehamilan Terganggu Infeksi Bakteri, Virus, Atau Jamur

Gangguan atau komplikasi pada proses kehamilan itu bisa muncul sejak sebelum hamil, begitu proses kehamilan dimulai, ditengah proses kehamilan, atau di saat persalinan sudah dekat. Proses kehamilan yang memiliki risiko tinggi untuk terganggu ini disebut sebagai kehamilan berisiko tinggi.

Istilah itu digunakan untuk menggolongkan proses kehamilan yang dapat membahayakan ibu, janin, maupun keduannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan proses kehamilan menjadi berisiko tinggi. Di antaranya adalah hamil pertama pada usia di atas 35 tahun, hamil lebih dari satu janin, sebelum hamil menderita penyakit atau gangguan kesehatan kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, asma atau tekanan darah tinggi (hipertensi), mengalami keguguran berulang-ulang, pernah mengalami kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) atau bayi lahir dalam keadaan meninggal (stilbirth) dan terkena penyakit infeksi, baik infeksi bakteri, virus, atau jamur. Misalnya HIV/AIDS, hepatitis B atau hepatitis C, atau demam berdarah.

Dari sejumlah faktor tersebut, Menurut dr. Ali Sungkar, SpOG dari Divisi Fetomaternal, Departemen Kebidanan dan Kandungan FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tiga jenis kehamilan berisiko tinggi yang paling sering terjadi adalah akibat preeklapsia atau eklampsia, adanya penyulit atau penyakit penyerta dan faktor infeksi.

Pre-Eklampsia/Eklampsia

Pre-eklampsia terjadi pada 50% dari proses kehamilan. Komplikasi ini berupa meningkatnya tekanan darah ibu hamil, yang biasanya disertai dengan meningkatnya kadar protein di dalam urinnya (proteinuria).
Pre-eklampsia umumnya muncul pada usia kehamilan 20 minggu atau pada minggu pertama setelah melahirkan. Dari 200 kehamilan dengan pre-eklampsia, satu diantaranya berisiko menjadi eklampsia, yakni kejang-kejang akibat tekanan darah tinggi yang diderita ibu hamil.

Penyebab pastinya hingga kini belum diketahui. Namun, komplikasi ini seringkali dialami ibu yang hamil pertama kali, hamil pada usia 35 tahun atau lebih, hamil kembar, pernah mengalami pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya, menderita tekanan darah tinggi atau ada gangguan pada pembuluh darah.

Risiko Yang Mungkin Terjadi:

Robek atau terlepasnya pelekatan plasenta pada dinding raihm.
Bayi berisiko 4-5 kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan setelah lahir, seperti kejang.
Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) karena plasenta tidak mampu berfungsi menyuplai makanan dengan baik.
Bayi harus dilahirkan dengan operasi Caesar.
Ibu mengalami pendarahan hebat.

Upaya Yang Harus Dilakukan:

Risiko pre-eklampsia ringan terjadi pada awal kehamilan dapat dikurangi dengan istirahat total di tempat tidur (bed-rest). Juga, berkonsultasi dan pemeriksaan kehamilan dengan lebih sering. Bila pre-eklampsia semakin parah, perlu dirawat di rumah sakit sampai janin cukup matang untuk dilahirkan.

Jika diperlukan, dokter akan memberi darah untuk ibu yang aman bagi janin. Setelah bersalin, tekanan darah ibu akan terus dipantau selama 2-4 hari. Setelah itu, harus terus dipantau dokter setiap 2 minggu sekali selama sebulan, untuk mencegah terjadinya kejang.

Kehamilan Terinfeksi Jamur, Virus, Dan Bakteri

Penyakit infeksi yang mengganggu proses kehamilan, bisa disebabkan oleh jamur, bakteri atau virus.

INFEKSI JAMUR 
Infeksi Jamuryang sering terjadi adalahh infeksi pada vagina yang disebabkan jamur Candida albicans. Penyebabnya adalah kadar hormon estrogen yang meningkat selama kehamilan, yang membuat tubuh juga memproduksi lebih banyak senyawa gula jenis glikogen yang merupakan makanan jamur tersebut.

INFEKSI VIRUS 
Infeksi Virus yang cukup banyak adala hepatitis B dan hepatitis C. infeksi lainnya adalah oleh virus campak Jerman (rubella) yang dapat mengakibatkan cacat pada janin, terutama pada jantung dan telinga bagian dalam. Infeksi virus sitomegalo (cytomegalovirus) dapat menyebabkan gangguan pembentukan otak dan hati janin.

INFEKSI BAKTERI 
Infeksi Jamur yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, antara lain infeksi bakteri pada vagina yang disebut vaginosis. Infeksi ini dapat berakibat bayi lahir prematur, kantung ketuban robek dan keguguran.

Risiko Yang Mungkin terjadi:

Tergantung pada jenis mikroorganisma yang menjadi biang keladinya. Umumnya, infeksi pada kehamilan akan berakibat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan janin, baik pada organ-organ tertentu maupun proses tumbuh kembang janin secara keseluruhan.

Upaya Yang Harus Di lakukan :

Sebelum hamil, lakukan tes penapisan (screening test) untuk mengetahui kemungkinan infeksi yang diderita calon ibu. Setelah penyakit infeksi tersebut diobati hingga tuntas, baru merencanakan kehamilan.
Bila infeksi terjadi saat proses kehamilan berlangsung, akan diberikan obat, misalnya antibiotik, yang aman bagi janin.

Diabetes sebelum atau Saat Hamil

Diabetes adalah salah satu penyakit yang dapat mengganggu proses kehamilan dan berpotensi menjadi penyulit proses kehamilan dan berpotensi menjadi penyulit proses persalinan. 

Menurut dr. Ali Sungkar, SpOG, kasus diabetes pada kehamilan terjadi sebanyak 7% dari populasi ibu hamil.Diabetes ini ada yang memang sudah diderita ibu sebelum hamil, dan ada yang muncul pada saat proses kehamilan berlangsung (diabetes gestasional). Gangguan penyerapan glukosa (gula darah) ini dapat memicu komplikasi pada berbagai organ tubuh ibu maupun janinnya.

Kehamilan Berrisiko Yang Mungkin Terjadi:

- Cacat atau kelainan bawaan pada bayi
- Kelainan pada sistem peredaran darah bayi, terutama pada jantung
- Kelainan pada sistem pembuangan bayi, terutama saluran urin
- Kelainan pada gangguan fungsi ginjal bayi
- Kelainan pada sistem pencernaan bayi
- Bayi lahir meninggal
- Ukuran bayi terlalu besar, sehingga sulit dilahirkan
- Bayi menderita hipoglikemia, yaitu kadar gula dalam darah bayi rendah
- Bayi kesulitan bernapas

Kehamilan Insulin atau Glukosa Tinggi, Upaya Yang Bisa Dilakukan:

- Memantau kadar gula selama masa kehamilan
- Menjaga pola makan
- Rutin berolahraga
- Pemberian insulin
- Memantau gerak janin secara berkala.
Selain diabetes, penyulit atau penyakit lainnya yang dapat menyebabkan kehamilan berisiko tinggi,antara lain plesenta berada di bawah menutupi jalan lahir (plasenta previa), penyakit jantung dan asma.

0 komentar:

Posting Komentar